Social Icons

FISH AND AQUARIUM ONLINE SHOP

8/01/2014

DI JUAL AQUARIUM DAN RAK BESI 35 SET

INFORMASI 
DI JUAL AQUARIUM 35 BUAH DAN RAK BESINYA LENGKAP...!!!

DESKRIPSI:
KONDISI BARANG SECOND MASIH BAGUS (Baru pakai 6 bulanan)
DI JUAL BEKAS KIOS IKAN HIAS KARENA UDAH GA KEPEGANG (Udah ada banyak cabang, udah gitu lokasi kurang bagus)...

SPESIFIKASI
 AQUARIUM  :
UK. 60 X 40 X 40 = 28 BUAH
UK. 90 X 40 X 40 = 4 BUAH
UK.100X 40 X 40 = 3 BUAH
UK.120X 40 X 40 = 1 BUAH

RAK BESI  :
1 SET UTK 10 AQUARIUM = 2 BUAH
1 SET UTK 6 AQUARIUM = 2 BUAH
1 SET UTK 4 AQUARIUM = 2 BUAH

DI JUAL SEMUANYA (Ga jual satuan bos)
COCOK BUAT YG MO MULAI JUALAN IKAN HIAS ATAU MO BUDIDAYA

DI LEPAS MURAH AJA SEMUA 10 JUTA AJA...!!!
BURUAN...SIAPA CEPAT DIA DAPAT...

KALO MO SEKALIAN SAMA TABUNG OKSIGEN + AIR PUMP 30 LUBANG + WATER PUMP + INSTALASI BISA............NEGO AJA

YANG MINAT
HUB PEMILIK LANGSUNG ( 0818917930/ PIN 7D37A77A )

NIH PENAMPAKANNYA:



5/02/2014

Budidaya Ikan Koi

Budidaya Ikan Koi


Ikan Koi (Cyprinus carpio) termasuk ikan hias eksotis, bukan hanya pesona warna dan lekukannya yang indah, tetapi juga keelokan yang dipertontonkan tatkala menyembul dan melompat ke atas air. Sungguh merupakan keasyikan tersendiri untuk menikmati keindahan warna dan atraksi-atraksi yang dipertontonkan. Selain dipelihara sebagai hobi, koi juga bisa dijadikan lahan bisnis yang menjanjikan. Tentu saja bagi mereka yang benar-benar serius menekuninya.
Harga Koi sangat ditentukan berdasarkan bentuk badan dan kualitas tampilan warna. Nilai koi tergantung dari ukuran, bentuk serta keseimbangan pola dan intensitas warna kulit. Koi terbaik adalah yang memiliki intensitas, keseimbangan dan kejernihan warna terbaik. Membeli koi kecil sebaiknya dipilih yang memiliki kepala terbesar, biasanya akan tumbuh menjadi ikan dengan tubuh besar. Bentuk yang paling baik adalah seperti “torpedo”.
Hal-hal yang harus diperhatikan ketika hendak memijahkan ikan koi adalah ketersediaan kolam, persediaan induk koi, penyediaan pakan benih, dan perlakuan seleksi yang ketat.
Ikan Koi termasuk ke dalam golongan ikan carp (karper). Ikan koi pertama kali dikenal pada dinasti Chin tahun 265 dan 316 Masehi. Koi dengan keindahan warna dan tingkah laku seperti yang kita ketahui saat ini, mulai dikembangkan di Jepang, 200 tahun yang lalu, di pegunungan Niigata oleh petani Yamakoshi. Pemuliaan yang dilakukan bertahun-tahun menghasilkan garis keturunan yang menjadi standar penilaian koi. 
Beberapa varietas yang tersebar ke seluruh dunia digolongkan Asosiasi Koi Jepang (en Nippon Airinkai) menjadi 13 kelompok antara lain: Bekko, Utsurinomo, Asagi-Shusui, Goromo, Kawarimono, Ogon dan Hikari-moyomono. Sedangkan 5 golongan utama yaitu Kohaku, Sanke, Showa, Hirarinuji dan Kawarigoi
Taksonomi koi adalah sebagai berikut:
Philum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Cyprinoformes
Famili : Cyprinidae
Genus : Cyprinus
Spesies: Carpio
Kolam Pemijahan

Ikan koi secara alami hidup di air deras, sehingga membutuhkan air jernih dan kadar oksigen yang tinggi. Pemeliharaan ikan koi yang terbaik adalah di kolam, sehingga mudah mendapatkan makanan alami dan sinar matahari untuk merangsang pewarnaan tubuh.

Kolam pemijahan tidak boleh menjadi satu dengan kolam taman. Kolam pemijahan harus mempunyai pintu untuk masuknya air dan pintu untuk pembuangan / pengeluaran air yang terpisah. Selain itu, seluruh kolam harus diplester dan bisa dikeringkan dengan sempurna.

Lokasi kolam hendaknya cukup mendapatkan sinar matahari tetapi sebagian harus dinaungi. Kolam hendaknya tidak terpapar sinar matahari langsung, karena sinar matahari yang terlalu banyak menyebabkan suhu air kolam meningkat dan air kolam menjadi keruh akibat blooming fitoplankton. Suasana di kolam harus cukup tenang, terlindung dari jangkauan anak-anak dan binatang peliharaan lain.

Koi berukuran kecil dapat ditempatkan di akuarium, meskipun akuarium tidak dapat menjadi habitat permanen. Bila dipelihara dalam kelompok, koi akan belajar untuk tidak mengganggu ikan yang berukuran sama, tetapi memakan ikan yang lebih kecil. Koi suka menggali dasar kolam sehingga menyebabkan akar tanaman rusak.
Luas kolam pemijahan bervariasi. Untuk kolam sempit dapat menggunakan kolam seluas 3 – 6 meter persegi, dengan kedalaman 0,5 meter.

Kolam Penetasan

Jika mungkin, sediakan juga kolam penetasan telur dan perawatan benih. Kolam penetasan, bentuknya bisa persegi panjang atau bulat. Kalau kolam bulat, diameternya antara 1,5 - 2 meter.
 

Satu kolam lagi jika ada, yaitu kolam untuk menumbuhkan pakan alami yang dipakai untuk mensuplai pakan benih, jika kuning telurnya telah habis. Kedalaman kolam sekitar 30 cm. Luas kolam antara 6 - 10 meter persegi.

Selanjutnya, jika masih memungkinkan, dinding kolam bisa dilapisi dengan vinil yaitu bahan yang biasa digunakan untuk membuat bak fiberglass. Dengan lapisan vinil, kolam-kolam tersebut lebih terjamin kebersihannya dan efek dari semen bisa dihilangkan.
Teknik Budidaya
Kualitas Air
Air merupakan media hidup dan mempengaruhi kualitas tampilan ikan koi, sehingga perlu mendapat perhatian. Kualitas air untuk mendukung perkembangan koi secara optimum adalah sebagai berikut:

  • suhu air berkisar 24-26oC
  • pH 7,2-7,4 (agak basa),
  • oksigen minimal 3-5 ppm,
  • CO2 max 10 ppm,
  • nitrit max 0,2.

Air yang digunakan harus terdeklorinisasi atau sudah disaring dan diendapkan 24 jam. Air yang digunakan untuk pemijahan dan penetasan telur sebaiknya memiliki kandungan oksigen dan suhu yang stabil. Untuk menjamin tersedianya oksigen dapat digunakan aerator, sedangkan suhu pada bak pemijahan diusahakan sama dengan suhu air kolam dengan tingkat perbedaan (fluktuasi) kurang dari 5 derajat Celcius.
Pakan
Koi adalah bottom feeder (pemakan di dasar) dan omnivora (pemakan segala). Pakan buatan untuk pembesaran koi dapat diberikan dalam bentuk butiran (pellet). Sumber protein utama adalah formulasi kombinasi antara bahan nabati (misalnya tepung kedelai, tepung jagung, tepung gandum, tepung daun, dll) dan bahan hewani (seperti; tepung ikan, tepung kepala udang, tepung cumi,kekerangan dll) serta multivitamin dan mineral seperti Ca, Mg, Zn, Fe, Co sebagai pelengkap pakan.

Kualitas pakan sangat menentukan tampilan warna sebagai daya tarik ikan koi sendiri, sehingga banyak upaya telah dilakukan dengan menggunakan bahan pakan yang mengandung zat pigmen seperti karotin (warna jingga), rutin (kuning) dan astasantin (merah). Zat-zat tersebut terkandung pada tubuh hewan dan tumbuhan tertentu seperti wortel mengandung zat karotin; sedangkan ganggang, chlorella, kubis, cabai hijau mengandung rutin; spirulina, kepiting, udang mengandung astasantin.
Para pembudidaya saat ini tidak perlu lagi menyiapkan pakan sendiri karena sudah tersedia di pasaran pakan koi yang sudah di formulasi sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan zat untuk pembentukan warna ikan koi.
Pakan alami atau pakan hidup misalnya cacing darah, cacing tanah, daphnia, cacing tubifex, cocok diberikan pada benih koi (hingga bobot 50 g/ekor), karena lebih mudah dicerna oleh benih sesuai dengan kondisi sistem pencernaan. Selain itu koi juga dapat memakan phitoplankton dalam kolam.
Jumlah pakan diberikan berdasarkan jumlah ikan (bobot biomassa) dalam kolam dengan kisaran kebutuhan 3 - 5 % per-hari, dengan frekuensi pemberian 2 - 3 kali per-hari. Hal ini juga disesuaikan dengan kondisi ikan dan media air pemeliharaannya.

Syarat Induk
Syarat utama induk yang baik adalah calon induk sudah matang kelamin dan matang tubuh. Matang kelamin artinya induk jantan sudah menghasilkan sperma dan induk betina sudah menghasilkan telur yang matang. Matang tubuh artinya, secara fisik mereka sudah siap menjadi induk-induk produktif.

Syarat lain fisiknya prima, tidak cacat. Sirip-siripnya lengkap, juga sisiknya. Gerakannya anggun, seimbang , tidak loyo. Umur jantan minimal 2 tahun, betina minimal 3 tahun. Betina lebih besar dibandingkan jantan, perutnya terlihat lebih besar dibandingkan punggung. Jantan sebaliknya, lebih langsing dan perutnya rata jika dilihat dari punggung. Sirip induk jantan siap kawin akan muncul bintik-bintik putih.

Disarankan untuk tidak menggunakan stok induk yang paling bagus, karena keturunannya biasanya jelek. Anak keturunannya belum tentu sebagus induknya. Yang dipijahkan sebaiknya koi biasa saja, tetapi masih memiliki sifat-sifat unggul, seperti warnanya pekat. Pada saat seleksi benih, nantinya bisa dipilh mana yang bagus dan mana yang diafkir.
Induk yang baik adalah yang memiliki pola warna bervariasi yang cerah simetris dengan bentuk tubuh seperti terpedo, dengan berat badan minimal 1 kg. Kebanyakan pembudidaya memilih untuk membeli koi berkualitas baik untuk calon induk dengan ukuran 5-8 cm yang harganya murah untuk dibesarkan menjadi induk.
Pemijahan
Secara alami, carp memijah pada musim semi dan menjadi matang gonad dengan menaikkan suhu air. Induk jantan dan betina ditempatkan dalam wadah terpisah (untuk menghindari bertelur yang tidak diinginkan) dan tidak diberi pakan selama beberapa hari.
Koi dapat memijah secara alami dan buatan, yaitu dengan rangsangan hormon yang disuntikkan pada tubuh induk betina, untuk mempercepat proses pembuahan. Penyuntikan Pituitary Gland (PG, nama dagang ovaprim) dengan dosis 0,2 mg/kg bobot ikan, untuk satu kali penyuntikan.
Ovulasi akan terjadi 10 jam setelah penyuntikan. Sistem pemijahan tanpa pengurutan/stripping ini disebut pemijahan semi alami yang lebih aman karena tanpa melukai ikan. Bila ikan sulit melakukan pemijahan alami, sehingga perlu bantuan proses pembuahan buatan, maka dilakukan pengurutan telur dan sperma (stripping) yang merupakan pilihan terakhir.
Induk betina, dalam sekali pemijahan dapat menghasilkan 75.000 telur/kg berat badan. Perbandingan jumlah induk dalam proses pemijahan adalah 2 betina dan 1 jantan. Biasanya telur yang dikeluarkan oleh induk betina menempel pada substrat (injuk) yang segera dibuahi oleh sperma jantan.
Tetapi bisa juga dipertimbangkan perbandingan sebagai berikut, seekor induk betina berpasangan dengan 2 atau 3 induk jantan. Jika seekor betina hanya diberi seekor jantan di kolam pemijahan, tidak menutup kemungkinan induk jantannya ngadat, sehingga pemijahan jadi gagal. Dengan menyediakan stok jantan lebih dari satu, kegagalan pemijahan bisa dihindari.

Induk dimasukkan sekitar pukul 16.00 dan akan mulai memijah tengah malam. Induk betina akan berenang mengelilingi kolam dengan diikuti induk jantan di belakangya. Makin lama gerakan mereka makin seru. Induk jantan menempelkan badannya ketika mengikuti induk betina. Pada puncaknya, induk betina akan mengeluarkan telurnya dengan sesekali meloncat ke udara. Aktifitas betina ini segera diikuti jantan dengan mengeluarkan cairan sperma.

Telur-telur yang terkena sperma akan menempel pada kakaban atau bahan penempel telur lainnya dan susah lepas. Juga ada sebagian telur yang jatuh ke dasar kolam. Perkawinan selesai pada pagi hari. Induk segera dipisah dari telurnya. Jika terlambat telur bisa habis dimakan induknya.
Telur yang telah dibuahi dipisahkan dari induk, dengan memindahkan induk dari wadah pemijahan atau telurnya yang diangkat dan dipindahkan kedalam wadah penetasan.

Persiapan Kolam Pemijahan

Pertama kali yang harus dipersiapkan untuk pemijahan adalah kolam. Kolam dikeringkan dibawah terik matahari. Pintu pemasukan dipasang saringan untuk mencegah telur yang mungkin hanyut. 

Telur koi menempel (adesif) sifatnya. Biasanya koi akan bertelur dibawah tanaman atau bahan apa saja yang bisa dipakai untuk menempelkan telurnya. Oleh karena itu sediakan penempel telur yang memadai agar telur koi bisa menempel.

Penempel telur bisa menggunakan kakaban, yang dipakai untuk memijahkan ikan mas. Kakaban dibuat dari ijuk yang dijepit dengan bilah bambu dan dipaku. Kakaban yang baik terbuat dari ijuk yang panjang dan rata, panjang 120 cm lebar 40 cm. Jumlah kakaban yang diperlukan disesuaikan dengan besar induk betina, biasanya 4 - 6 buah untuk setiap 1 kg induk betina.

Agar bisa mengapung, kakaban disusun di atas sepotong bambu yang masih utuh. Di atas kakaban diberi bilah bambu dan diikat agar kumpulan kakaban tidak tercerai-berai, ketika pasangan induk memijah. Sebelum dipasang, kakaban dibersihkan, dicuci, dan dibilas agar terbebas dari lumpur.

Kakaban dipasang setelah kolam diisi air. Air selalu mengalir ke kolam pemijahan untuk merangasang pasangan koi yang akan memijah. Selain kakaban, tempat penempel telur bisa juga menggunakan tanaman air seperti Hydrilla yang disusun atau potongan tali rafia sebagai pengganti ijuk.
Pendederan
Ada dua cara untuk memisahkan induk dari telur yang dihasilkan. Pertama, dengan memindahkan induk dari kolam pemijahan dan tetap membiarkan telur menetas di kolam tersebut. Cara kedua dengan memindahkan telur ke kolam penetasan. Cara pertama lebih praktis karena lebih menghemat lahan (kolam).

Untuk mencegah agar tidak terserang jamur, telur-telur direndam dulu dalam larutan Malachyt green dengan konsentrasi 1/300.000 selama 15 menit sebelum ditaruh di kolam penetasan. Ketika akan merendam telur-telur ini, sebaiknya kakaban digoyang-goyangkan pada air agar kotoran yang mungkin menutupi telur bisa terlepas
Agar menetas dengan baik, telur harus selalu terendam dan suhu air tetap konstan. Jika suhu terlalu dingin, penetasan akan berlangsung lama. Jika suhu terlalu tinggi, telur bisa mati dan membusuk. Agar telur bisa terendam semua, rangkaian kakaban harus “ditenggelamkan” ke dalam kolam. Untuk itu bisa memakai jasa gedebog pisang. Potong tiga buah gedebog pisang sepanjang 40 cm, lalu letakkan diatas kakaban dengan dua ruas bambu sebagai alasnya. Agar bisa stabil, gedebog diratakan salah atu sisinya.
Telur yang sudah dibuahi akan menetas setelah 24 - 72 jam, tergantung suhu. Setelah menetas kakaban diangkat dan dipindahkan ke tempat lain. Nantinya kakaban bisa dipakai lagi di lain kesempatan. Selama penetasan, kepadatan telur adalah 1 kg per 5 liter air.
Benih koi umur seminggu masih lembut. Umumnya orang menetaskan telur koi dalam hapa yaitu kantong yang bermata lembut yang biasa untuk menampung benih. Di hapa, benih koi lebih mudah dikumpulkan dan tidak hanyut terbawa aliran air. Larva yang baru menetas belum memerlukan pakan selama 3 -4 hari, karena masih mempunyai kantong kuning telur sebagai persediaan pakan utama yang pertama. Selam a itu mereka belum membutuhkan pakan dari luar karena pencernaannya belum terbentuk sempurna.  
Menjelang kuning telur habis atau dua atau tiga hari kemudian, mereka sudah mulai berenang, saat itulah mulai perlu diberikan pakan alami berupa naupli artemia atau pakan alami lainnya yang seukuran. Pada saat ini, benih ini harus dipindahkan ke kolam pembesaran yang banyak mengandung pakan alami. Kemudian secara bertahap dapat diberikan pakan buatan berupa butiran kering (pellet). Dalam 5 hari sesudahnya, 1 juta larva memerlukan 7 kg artemia, atau sekitar 0,5 - 2 kg per hari.
Pada tahap ini, larva ditebar pada kepadatan 20 - 40 larva/liter. Untuk menghasilkan 1 juta fingerling memerlukan sekitar 25 kg telur artemia. Sintasan selama 9 hari adalah 50 - 80%. Larva yang berbobot 0,25 g diberikan pakan buatan (butiran) kering dan dapat didederkan ke kolam hingga ukuran fingerling (2 gram).
Persiapan Kolam Untuk Pendederan
Benih yang sudah berenang bebas harus dipindahkan ke kolam pembesaran. Kolam pembesaran ini harus dipersiapkan, agar ditumbuhi pakan alami, seminggu sebelum pemijahan. Adapun langkah – langkah persiapannya sebagai berikut.
  • Kolam dikeringkan selama dua hari di bawah terik matahari dan disemprot dengan pestisida agar binatang yang tidak dikehendaki mati. Pestisida yang dipakai Dipherex atau Nogos dengan dosis 0,5 – 1,0 ppm.
  • Kemudian untuk menyediakan pakan alami berupa binatang renik, kolam dipupuk dengan kotoran ayam dan jerami. Jerami ditindih dengan batu dan diletakkan di sudut – sudut kolam. Volume kotoran ayam 1,5 kg/m2. pintu pemasukan air ke kolam harus diberi saringan.
Dalam beberapa hari, air yang terkena jerami akan berubah warna menjadi merah kecoklatan. Namun, beberapa hari kemudian akan jernih kembali. Jika pemberian kotoran ayam dan jerami tepat, dalam beberapa hari kemudian akan tumbuh infusoria dan fitoplankton. Pada saat ini benih – benih koi sudah bisa dimasukkan. Setelah kurang lebih sepuluh hari, daphnia akan tumbuh.
Jika tidak dapat menumbuhkan pakan alami, terpaksalah memberi pakan benih koi dengan pakan buatan seperti kuning telur yang direbus, tepung udang, susu bubuk untuk anak sapi, dan pakan tepung khusus untuk koi. Untuk menjaga agar air tidak busuk oleh sisa pakan buatan, di kolam dimasukkan air baru agar sisa pakan hanyut.
Pendederan
Pendederan terbagi atas 2 tahap yaitu pendederan I selama 2 bulan pemeliharaan hingga larva mencapai ukuran fingerling (2-3 cm). Pendederan II dilakukan dalam kolam yang diolah untuk menumbuhkan pakan alami dan dilakukan seleksi dan penjarangan (mengurangi kepadatan). Penjarangan bertujuan untuk memberi ruang gerak yang cukup bagi ikan koi. Seleksi bertujuan untuk mendapatkan ikan Koi berkualitas baik.
Waktu yang diperlukan dari telur hingga mencapai ukuran fingerling (2 gram) adalah 6-8 minggu dengan nilai sintasan (SR) 55%. Sedangkan untuk mencapai ukuran 5-8 cm diperlukan waktu 4 bulan.
Kualitas ikan koi (pola dan warna) bergantung dari tetuanya. Dari hasil seleksi ukuran fingerling, yang afkir bisa mencapai 25 - 50%. Dari 1 juta telur dapat dihasilkan 225.000-338.000 ekor fingerling berkualitas baik (22–33 %).

Pewarnaan
Kualitas koi ditentukan oleh pola warna, kesesuaian jenis koi dan kejelasan warna. Pola warna yang simetris dengan batasan jelas antar warna menunjukkan kualitas yang baik.
Genotip menentukan jumlah dan jenis sel pigmen serta kromatofora. Kromatofora yang menghasilkan warna juga dipengaruhi otak ikan. Ikan pada wadah gelap cenderung berwarna gelap, begitu pula sebaliknya. Warna dapat berubah bila ikan mengalami tekanan (stres).
Biasanya ikan yang tumbuh lambat mempunyai warna yang lebih baik daripada ikan yang tumbuh cepat karena pigmen bisa diubah dan digunakan untuk pertumbuhan tubuh. Seumur hidupnya, ikan koi dapat menyimpan dan menggunakan pigmen. Koi muda yang berwarna pucat apabila diberikan pakan berpigmen selama 6 minggu sebelum dipasarkan akan berwarna menarik. Intensitas warna tergantung dari jumlah pigmen dalam kromatofora. Pigmen dapat muncul dengan adanya karotenoid dalam pakan.

Pra Panen
Koi tumbuh sekitar 2 cm per bulan dan pada usia 60 tahun dapat mencapai panjang hingga 1 m. Bila ikan Koi telah mencapai ukuran pasar yaitu 20 cm dapat dipanen dan dilakukan seleksi akhir, dengan memisah-misahkan jenis, ukuran dan pola warna tubuhnya. Dari hasil seleksi ini, Koi yang terpilih dibesarkan di dalam bak atau kolam semen sambil menunggu harga pasar yang baik.
Dalam penampungan akhir ini, ikan dapat diperbaiki bentuknya, jika terlalu gemuk dibuat langsing atau yang terlalu kurus dibuat lebih gemuk. Pemeliharaan berikutnya diusahakan tidak terlalu padat, akan lebih baik jika dalam bak dilengkapi aerator sehingga kesegaran air terjamin dan dengan pemberian pakan yang baik dapat meningkatkan kualitas warna tubuh ikan Koi.

3/24/2014

MENGENAL IKAN DISCUS

Mengenal Ikan Discus Lebih Dekat
 


Discus adalah spesies ikan air tawar asli lembah Sungai Amazon, Amerika Selatan. Discus pertamakali dikenalkan pada tahun 1840 oleh Dr. Heckel dengan nama Symphysodon Discus. Varian Discus aslinya digolongkan ke dalam 3 jenis berdasarkan warna, yaitu Symphysodon aequifasciata aequifasciata (Green Discus), Symphysodon aequifasciata axelrodi (Brown Discus), dan Symphysodon aequifasciata haraldi (the blue variant). Seiring dengan semakin banyaknya orang yang tertarik memelihara Discus, bahkan di beberapa Negara di Asia, budidaya Discus telah menjadi industri besar. Dari situ banyak kegiatan penelitian dan usaha yang dilakukan untuk menghasilkan strains baru dari ikan Discus. Sehingga tak heran jika saat ini tercatat terdapat puluhan strains ikan Discus yang ada di pasaran. Discus sangat populer sebagai ikan akuarium dan kadang disebut sebagai rajanya ikan hias.

Discus yang indah dan memiliki bentuk yang sempurna, berasal dari bibit dan kondisi pertumbuhan yang baik sejak lahir.

Diskus adalah jenis ikan yang hidup secara berkelompok (social fish). Bahkan di alam bebas, aslinya mereka hidup dalam kelompok besar dan merupakan salah satu dari sedikit jenis ikan yang mampu belajar. Oleh karenanya, harus diingat bagi para hobbies untuk membeli ikan diskus dalam jumlah lebih dari satu. Diskus membutuhkan interaksi sosial sesama mereka untuk memunculkan karakter asli ikan diskus.

Tips berikut (tidak berurutan) menjelaskan bagaimana memilih diskus yang dalam kondisi baik dan sehat.

1) Perhatikan bentuk tubuhnya secara utuh.
Carilah bentuk yang paling sempurna lengkungnya (mendekati bulat), tidak berbelok sedikitpun. Setiap penyimpangan bentuk harus dijadikan pertimbangan untuk tidak dipilih. Untuk seorang pemula hal ini mungkin sulit. Oleh karenanya, anda harus banyak mencari informasi tentang bentuk Diskus pada usia yang berbeda-beda dari beberapa penjual yang berbeda. Selain itu, anda dapat juga mencari foto-foto Diskus yang menjadi juara pada kontes ikan.

2) Periksa bagian hidung.
Ini harus bulat sekitar hidung dan bagian mulut.

3) Periksa mata.
Ini adalah kriteria yang sangat penting untuk mendapatkan diskus. Anda dapat membandingkan mata ikan-ikan sebelumnya untuk melihat perbedaannya. Proporsi besar mata dan tubuh diskus perlu diperhatikan. Jika mata terlalu besar untuk ukuran tubuhnya, itu pertanda ada masalah pertumbuhan yang kurang baik. Selain itu, pada dasarnya warna mata diskus yang baik adalah merah, namun anda harus berhati-hati karena banyak pedagang yang menambahkan hormon tertentu agar mata diskus tampak merah. Biasanya penambahan hormone ini hanya akan bertahan 2 minggu sampai 1 bulan saja, kemudian warna mata diskus akan kembali seperti aslinya.
Diskus yang pertumbuhannya terhambat, tubuhnya tidak lebih besar dari 4-5 inci. Ciri-cirinya, umumnya memiliki bentuk tubuh oval (bukan bulat). Di sisi lain, perlu diingat bahwa situasi ini TIDAK ada hubungannya dengan kesuburan ikan. Dengan kata lain, diskus yang terhambat perkembangannya, masih dapat menghasilkan anak. Dan masih bisa mendapatkan anak ikan bayi yang sehat.

4) Semua sirip adalah penting.
Sirip harus tumbuh sempurna di sekeliling bentuk bundar ikan. Sirip atas dan bawah harus tampak seperti bagian dari tubuh (menyatu). Sirip atas dan bawah tidak menutupi ekor atau memliki jarak yang besar sebelum ekor. Selain itu, ekor harus transparan. Setiap warna pada suatu daerah dekat dengan tubuh “umumnya” menunjukkan tanda pengobatan hormon. Selain itu, sirip dubur berwarna merah justru menjadi keistimewaan. Tentu saja harus diingat bahwa beberapa strain genetik mungkin tidak memiliki sirip dubur merah.

5) Jika anda melihat diskus usia di bawah 4 bulan dengan pewarnaan hampir penuh dan pola yang utuh harap berhati-hati.
Karena sebagian besar strain baru menunjukkan warna dan pola setelah sekitar usia 4-6 bulan dan menunjukkan warna dan pola yang utuh saat mencapai usia 12-14 bulan. Jika anda mendapatkan diskus yang masih kecil dengan wana utuh, mungkin itu karena penambahan hormon.
oleh karenanya, kombinasi pewarnaan vs ukuran menjadi penting. Kombinasikan juga ini dengan ukuran mata. Anda dapat menemukan apakah ikan terhambat berkembang atau ada pengaruh hormon. Tentu saja, anda harus mengamati banyak strain yang berbeda untuk dapat membuat pilihan yang tepat. Disarankan bagi anda untuk terlibat di dalam milis dan forum di internet atau majalah, di mana anda dapat melihat gallery foto diskus yang baik.

7) Yang paling penting adalah untuk melihat apakah ikan dalam kondisi baik atau tidak.
Jika wilayah paling tebal adalah wilayah insang & mata dan jika ikan tidak menunjukkan pewarnaan cerah dan terpola, ada kemungkinan terdapat masalah dengan ikan. Mungkin memiliki penyakit HITH (lubang di kepala) atau penyakit lain

8 ) Sirip mungkin tampak seperti dimakan atau tidak mulus.
Ini mungkin karena kondisi air yang buruk dan bukan hal yang penting untuk dipertimbangkan. Jika ikan semakin besar, masalah ini akan hilang dengan sendirinya.

 9 ) Periksa apakah diskus menggunakan insangnya dengan baik atau tidak.
Jika ikan tidak menggunakan salah satu insangnya, ini berarti bahwa ikan memiliki penyakit insang.

 10) Perhatikan saat berenang.
Diskus yang sehat, berenang menggunakan semua sirip dalam posisi sirip tegak (berdiri).

11) Diskus pada dasarnya ikan yang pemalu, jadi jika terlihat tidak aktif dan bersembunyi bukan berarti sedang sakit. Kadang-kadang kehadiran orang banyak disekitar akuarium membuat diskus malu. Atau pencahayaan yang berlebihan bisa juga membuat stress. Setiap getaran dalam aquarium juga akan membuat stres. (Indofishtrade)


15 Januari 2013 | Ditulis oleh : Yoga Demas Komar - KKP

2/14/2014

CARA PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN IKAN AQUARIUM

Cara Memelihara Ikan Akuarium Yang Benar

Cara memelihara ikan aquarium tidaklah sulit dan tidak memerlukan tenaga yang banyak, asal anda  menggunakan cara-cara yang benar. Berikut dijabarkan cara pemeliharaan ikan aquarium yang benar :
Persiapan
Pelajari kondisi air di daerah anda untuk disesuaikan dengan ikan yang akan anda pelihara. Hal ini dikarenakan sifat-sifat air di masing-masing daerah selalu berbeda kadar yang dikandungnya. Untuk ini anda tidak perlu mengikuti pelajaran kimia khusus, cukup hanya dengan cara membeli tes kit air akuarium untuk menguji kadar amonia, nitrit, nitrat dan pH. Tes kit ini akan sekaligus digunakan saat memelihara ikan sebagai alat memonitor kondisi air ikan aquarium.
Persiapan Aquarium
Sebaiknya anda membeli akuarium yang berukuran besar, agar air dalam akuarium lebih stabil dan anda akan lebih leluasa dalam cara mendekorasi akuarium. Jangan meletakkan akuarium di dekat jendela. Cahaya matahari yang memasuki akuarium akan menyebabkan ledakan ganggang hijau dan akan menyebabkan suhu air dalam akuarium meningkat. Jauhkan aquarium dari jangkauan anak-anak, agar tidak diobok-obok oleh anak-anak. Anak-anak punya kecenderungan untuk mengobok-obok isi aquarium dan memasukkan berbagai benda ke dalamnya. Aksi ini tentu akan membuat ikan gampang stress.
Mulai menata akuarium dengan cara memasukkan pasir kedalam aquarium, lalu diatur atau dipadatkan sambil diberi percikan air secukupnya supaya agak padat. Gunakan pasir yang bersih (tidak mengandung lumpur), koraltex, akar kayu dan batu karang. Tanam tumbuhan air yang sudah anda persiapkan sesuai kreasi anda. Kehidupan di dalam akuarium adalah replika lingkungan hidup di alam bebas. Tentunya hal ini memerlukan cara dan seni penataan yang baik dan sesuai dengan estetika, sehingga perpaduan antara keindahan akuarium dengan ikan sanggup menampilkan nuansa kesejukan yang harmonis ikan akuarium anda. Pastikan aquarium anda memiliki tempat persembunyian untuk ikan yang akan dipelihara seperti batu-batuan, tanaman, batang pohon dan sebagainya di habitatnya.
Sebelum memasukkan air ke dalam akuarium, pastikan air yang anda gunakan tidak mengandung clorin dan kaporit dalam jumlah yang berlebihan. Apabila air sudah banyak mengandung klorin dan kaporit, maka perlu dilakukan deklorinasi sebelum dimasukkan dalam akuarium anda. PH air juga harus disesuaikan dengan PH yang cocok untuk ikan akuarium. PH 6,5 sampai 7,5 biasanya cocok untuk hampir semua ikan akuarium. Biarkan akuarium anda selama minimal 24 terlebih dahulu sebelum memasukkan ikan supaya kandungan klor mengendap dan tidak menyebabkan ikan akuarium anda mati.
Peralatan Aquarium
Keberhasilan memelihara ikan akuarium ditentukan oleh cara anda dalam penyediaan tempat yang nyaman bagi ikan akuarium anda. Pemakaian perlengkapan yang sesuai akan dapat mendukung lingkungan ikan akuarium yang nyaman. Peralatan yang digunakan dalam memelihara ikan akuarium adalah sebagai berikut.
Aerator

Fungsi aerator atau pompa udara adalah menyuplai udara ke dalam air akuarium, dan sekaligus menguapkan atau mendorong hasil sisa-sisa pembakaran ke luar dari akuarium. Aerator dikatakan baik, jika arus listrik yang menggerakkannya kecil, tetapi udara yang ditiupkannya relatif banyak.
Heater & Thermometer
Alat pemanas (heater) ini diperlukan terutama pada waktu suhu air akuarium turun drastis. Sedangkan alat pengontrol suhu air atau termometer juga dipasang dalam akuarium. Di daerah dingin, heater dan termometer ini sangat dibutuhkan.
Filter
Fungsi filter atau penyaring untuk menyaring air dalam akuarium. Kerja filter adalah dengan cara menyedot air akuarium, menyaring, dan mengembalikannya lagi ke dalam akuarium dalam kondisi bersih. Lakukan pembersihan rutin pada filter ikan aquarium anda. Filter yang tersumbat akan mengurangi efisiensi filter. Pada filter biologis, filter tersumbat akan sukar menghilangkan amonia dengan baik dan dapat menyebabkan ikan menjadi stres dan juga kematian. Filter biologis dengan kapas flos dibersihkan dengan cara membilas dengan air bekas yang disedot dari aquarium ke dalam ember. Filter undergravel dapat dibersihkan dengan menyedotnya secara rutin. Beli filter ikan akuarium yang memiliki beberapa cartridge, sehingga anda bisa mengganti salah satu bila sudah kotor. Jangan membilas filter dengan air ledeng, namun gunakan air dalam akuarium yang sudah anda saring saat mengganti air ikan akuarium anda. Klorin dan kloramin dalam air ledeng akan membunuh bakteri penghilang nitrit dan nitrat dalam filter.
Lampu TL
Keberadaan lampu TL, selain menyinarkan cahaya, juga sanggup mempercantik penampilan akuarium. Tapi, jangan sampai sinar lampu TL justru menimbulkan panas yang melebihi kebutuhan. Idealnya untuk akuarium seluas 80x40 cm memerlukan lampu TL berdaya 20 watt.



Membeli Ikan Akuarium
Belilah ikan dengan cara memilih ikan yang dapat hidup di air yang memiliki persamaan kimia (pH dan GH) dengan air di tempat anda. Kondisi pH air lingkungan sekitar ternyata sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup ikan. Jika anda mempunyai air pH rendah (asam), pilih ikan yang dapat hidup baik di pH rendah (seperti discus, arwana) . Ini sangat penting jika air di sekitar anda diluar dari area pH 6.5-7.5. Merubah pH alami menjadi usaha kerja keras dan seringkali merepotkan dan tidak nyaman dalam memelihara aquarium. Ditambah lagi dengan cara percobaan berkali-kali untuk penyesuaian dan sering kali memperburuk kondisi ikan anda. Cara yang terbaik dalam tahap belajar adalah memelihara air yang sesuai dengan air di sekitar anda. Nah, yang tak kalah penting, jagalah agar pH air tetap stabil. Karena perubahan pH akan membuat ikan menjadi cepat stress dan akhirnya mati. Jumlah dan ukuran ikan yang anda beli juga harus direncanakan dengan baik. Aturan yang lebih baik adalah 1 inci ikan per 2-3 galon air. Sebelum menempatkan ikan anda dalam akuarium, sebaiknya Anda mengkarantina ikan tersebut dengan cara menempatkannya di tempat lain sebelum memasukkannya ke aquarium Anda. Karena bisa jadi air dari toko ikan tersebut mengandung penyakit yang dapat mengakibatkan seluruh ikan aquarium Anda mati semua.
Cari informasi sebanyak mungkin tentang ikan akuarium yang anda beli. Seberapa besar ikan tersebut bila dewasa dan apakah anda mempunyai akuarium yang cukup besar untuk mengakomodasi ukuran tubuh ikan setelah dewasa. Pelajari tentang penyakit ikan, ketahanan terhadap PH air, makanan ikan, ketahanan terhadap stress, dan peralatan apa saja yang cocok dengan ikan tersebut.
Makanan Akuarium
Ikan hias air tawar memiliki 2 macam makanan, yaitu makanan alami makanan buatan. Makanan alami, seperti kutu air (Moina) cacing rambut (Fubifek, Chironomus) dan lawa nyamuk (cuk). Makanan alami harus dibersihkan dengan cara membilas terlebih dahulu dengan air bersih sebelum di berikan pada ikan dan cukup satu kali sehari. Makanan buatan seperti wafer, tahu, darah ayam atau kerbau atau marus. Makanan buatan sebaiknya diberikan pada saat tidak ada makanan alami. Usahakanlah mengatur pemberian makanan agar jangan sampai ada yang tersisa hingga menimbulkan pembusukan atau keracunan pada ikan.
Perawatan Aquarium
Ketika Anda memelihara ikan aquarium, anda harus benar-benar menyediakan aquarium yang tidak menimbulkan stress bagi ikan. Menyediakan lingkungan yang mengurangi stres ikan adalah salah satu keberhasilan. Pada waktu ikan sedang stres, sistem kekebalan tubuh merekapun akan lemah dan mereka mudah terserang penyakit. Ditambah lagi dengan kebanyakan obat yang tidak selalu bekerja dan sering memparah daripada memperbaiki. Seringkali perawatan yang terbaik untuk ikan sakit adalah dengan mengurangi stres dengan cara sering mengganti air, tidak memberi makanan yang berlebihan, memeriksa apakah filter bekerja dengan baik, memberi ruangan yang cukup, memelihara dengan ikan yang sesuai dan akur.
Memahami Siklus Nitrogen
Siklus nitrogen adalah suatu proses konversi senyawa yang mengandung unsur nitrogen menjadi berbagai macam bentuk kimiawi yang lain. Transformasi ini dapat terjadi dengan cara biologis maupun non-biologis. Beberapa proses penting pada siklus nitrogen, antara lain fiksasi nitrogen, mineralisasi, nitrifikasi, denitrifikasi. Ikan menghasilkan kotoran berupa amonia yang beracun dan harus diuraikan oleh bakteri pengurai melalui filtrasi biologis. Kebanyakan ikan yang mati pada pemelihara pemula karena mereka tidak mengerti tentang siklus nitrogen. Proses penting ini harus anda pahami bila anda ingin berhasil dalam memelihara ikan akuarium. Kematianpun benar-benar dapat dihindari jika mereka mengerti tentang Siklus Nitrogen ini.

1/09/2014

Ikan-ikan untuk Aquascape


Ikan-ikan untuk Aquascape

 



 

Banyak sekali jenis ikan hias air tawar yang ada, namun tidak semua dari jenis ikan hias tersebut dapat digunakan untuk menghiasi aquarium aquascape kita, kadang masih banyak orang yang bingung tentang jenis ikan apa sih yg cocok untuk aquascape…???
Karena aquascape dipenuhi dengan tanaman hias yg indah, jadi kita harus tahu jenis ikan apa yg cocok untuk dimasukkan sebagai pemanis didalamnya. Salah pilih ikan bisa-bisa diacak2 tanaman anda nanti…
 Nah berikut ini beberapa jenis ikan yang cocok untuk aquacape….

1. Discus
 2. Neon Cardinal/ tetra
cardinal-tetra-1266348429-800
3. Red nose
Ikan+Red+Nose
4. Manfish
468694_422039731141581_100000066730354_1776858_1010423868_o-715114
5. Pontius denisoni
Puntius-Denisonii-4
6. SAE (seamese algae eater)
Crossocheilus_siamensis_5
7. Otocynclus
oto1-catfish
8. Corydoras
 9. Red Zebra
10. Guppy


Daftar diatas adalah beberapa jenis ikan yang cocok untuk aquascape.
Supaya aquarium anda terlihat lebih hidup dan indah dilihat. Disarankan jagan terlalu banyak jenis ikannya, cukup satu atau dua jenis saja, karena nanti akan mengurangi keindahan aquascape anda.

12/19/2013

Ikan Unik - TIGER FISH

TIGER FISH
 
Tigerfish adalah ikan yang berasal dari, aliran sungai dan anak sungai tropis di Indonesia dan Thailand. Tigerfish sangat populer di kalangan penghobi akuarium karena warnanya yang seperti harimau dan tipe tubuh yang unik.  Tigerfish sangat agresif terhadap spesies ikan kecil dan kadang bertengkar dengan Datz lainnya.


Tigerfish memiliki tubuh tinggi dengan dahi miring tajam. Berwarna emas dan ditutupi dengan bar vertikal hitam yang memanjang di seluruh tubuh. Tergantung pada lokasi geografis, mereka dapat memiliki antara 5 dan 7 bar. Tigerfish dapat tumbuh hingga 18 inci di alam liar, tetapi mereka jarang mencapai ukuran ini di akuarium rumah. Dalam lingkungan captive mereka biasanya hanya akan mencapai antara 10 sampai 14 inci. Mereka bisa hidup hingga 15 tahun jika dirawat dengan baik dan ditempatkan di sebuah akuarium besar.

Seperti kebanyakan spesies ikan besar, ukuran akuarium sangat penting untuk memelihara Tigerfish di akuarium. Tigerfish membutuhkan kualitas air yang sangat baik untuk menjaga kesehatannya. Para kolektor harus menggunakan penyaringan tabung besar bersama dengan aliran air internal tambahan yang disediakan oleh powerheads dalam rangka menciptakan tingkat tinggi oksigen terlarut dalam akuarium yang efisien.

Sebagai datnoids adalah ikan teritorial, perkelahian antara individu sejenis yang tidak dapat dihindari. Dari pengalaman saya, lebih baik tidak menyimpan hanya 1 pasang Tigerfish yang sama dalam tangki. Jika ingin memelihara Tigerfish lebih dari satu maka minimal harus ada 3 atau lebih Tigerfish dalam satu aquarium.

Jenis-Jenis Tigerfish

Datnioides Pulcher.

Jenis yang termahal adalah Datnioides Pulcher dari Siam. Harga Datnioides Pulcher menjadi sangat mahal karena populasinya sudah terancam punah akibat over fishing, perdagangan & rusaknya habitat. Kadang - kadang ditemukan spesimen Indo Datz yang memiliki corak loreng-loreng  mirip Pulcher.... hanya saja kualitas warnanya jauh lebih rendah dari Pulcher.
Di pasaran ikan hias internasional, Datnioides Pulcher harganya jauh lebih mahal daripada jenis Datnioides lain. Hal ini mungkin karena disebabkan oleh kelangkaan jumlahnya dan keindahan warnanya. hal ini mengakibatkan harga Datnioides Pulcher sangat mahal.
Datnioides Pulcher.

Datnioides Undecimradiatus.

Datnioides Undecimradiatus atau Golden Datz adalah yang memiliki warna paling cantik. Warnanya tubuhnya keemasan dan corak garis di tubuhnya lebih tipis daripada jenis Tiger Datz yang lain, karena itulah sering disebut Thin Bar Datz. Kualitas warna Datz ini sama baiknya dengan Pulcher, yang membedakan hanyalah bar pada Datnioides Undecimradiatus lebih tipis.
Datnioides Undecimradiatus

Datnioides Campbelli.
Papua Datz (Datnioides Campbelli) adalah jenis Datz yang mulai terkenal. Ikan ini berasal dari pulau Papua. Meski corak loreng-lorengnya terlihat kotor, namun warna kuning tubuhnya sangat terlihat cantik. Bahkan menurut sebagian kolektor yang memeliharanya, Papua Datz lebih memiliki warna yang lebih baik daripada Indo Datz. Karena bentuk corak dan keunikannya, maka Papua Datz dianggap sebagai Datnioides yang paling unik.
Datnioides Campbelli.

Datnioides Microlepis.

Indo Datz (Datnioides Microlepis) adalah jenis Datz yang paling umum dijumpai, bentuk dan warnanya hampir mirip dengan Pulcher namun warnanya tidak sebaik Pulcher. Jumlah garis pada Indo datz lebih banyak daripada Pulcher.
Datnioides Microlepis
Indo Datz yang berasal dari Kalimantan memiliki warna yang oranye. Sementara itu Indo Datz yang berasal dari Sumatera berwarna kuning. Kadang-kadang ditemukan spesimen Indo Datz yang memiliki corak sangat mirip dengan Pulcher. Saya memiliki specimen Indo Datz yang memiliki corak garis & kualitas warna hampir mirip dengan Pulcher.




Sumber:
http://www.aquariumdomain.com/viewSpeciesFreshwater.php?id=216
http://melanoptera.blogspot.com/2012/09/datnioides.html
http://www.aquaticcentral.com/tigerfanatics/

Ikan Unik - PEACOCK BASS

Peacock Bass

Peacockbass (Cichla) adalah sejenis Cichlid berukuran besar yang berasal dari Amerika Selatan. Semua jenis Cichla adalah karnivora. Cichla banyak berhabitat di sungai atau danau. Mereka merupakan ikan yang hidup berkelompok dalam jumlah yang cukup banyak.

Seperti pada umumnya Cichlid, Cichla juga berkembang biak dengan cara bertelur. Pasangan Cichla yang telah kawin biasanya langsung membuat sarang untuk menempatkan telur telurnya. Biasanya mereka memilih bersarang ditempat yang berpasir atau berlumpur, pokoknya ditempat yang dasarannya cukup lunak untuk membuat sarang. Setelah telur dibuahi dan hingga bayi, bayi mereka cukup besar untuk mencari makan sendiri, kedua induk Cichla tidak akan meninggalkan anak anaknya.

Cichla jantan ataupun betina memiliki warna yang hampir sama indahnya, hanya saja yang jantan biasanya akan memiliki nonong didahinya.

Kini hampir semua jenis Cichla telah berhasil diternakkan dan dijadikan ikan hias bergengsi tinggi. Pemeliharaan Cichla cukup mudah, hanya saja ketika masih berukuran kecil ikan ini agak rentan penyakit. Jadi cara perawatannya cukup dipasangi heather dan air diberi garam secukupnya.

Dekorasi tank juga bisa anda tentukan sendiri, contohnya jika anda ingin memelihara Cichla dalam tank yang penuh tanaman, atau malah dalam hardscape.

Berikut ini saya cantumkan beberapa foto jenis-jenis Cichla.
Cichla Monoculus.
Cichla Orinocensis.
Cichla Brokopondo & Orinoco.
Cichla Piquitti atau biasa disebut Azul.
Cichla Melaniae atau lebih dikenal sebagai Cichla Xingu